|
NO
|
NAMA JABATAN
|
MATERI POKOK
|
|
201
|
Penata
Anestesi Ahli Pertama
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Peraturan
tentang etik legal dan keselamatan pasien
|
|
2
|
Peraturan terkait
pengembangan diri dan profesionalisme
|
|
3
|
Peraturan
terkait komunikasi efektif
|
|
4
|
Peraturan
terkait dengan Landasan ilmu biomedik, anestesiologi dan instrumentasi
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Peraturan terkait
dengan Asuhan Kepenataan Pra, Intra, Pasca Anestesi
|
|
2
|
Peraturan
terkait dengan Tatalaksanan Obat, Gas, Mesin dan Peralatan anestesi dalam
asuhan kepenataan Pra, Intra, Pasca anestesi
|
|
3
|
Peraturan terkait
dengan Asuhan Kepenataan anestesi pada Kegawatdaruratan dan bencana
|
|
202
|
Penata
Bangunan Gedung dan Permukiman
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Kebijakan/Peraturan
Perundang-undangan terkait Infrastruktur Bangunan Gedung dan Kawasan
Permukiman
|
|
2
|
Teori -
teori pada bidang keilmuan yang terkait pengelolaan Infrastruktur Bangunan
Gedung dan Kawasan Permukiman
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Perencanaan Bangunan
Gedung dan Kawasan Permukiman
|
|
2
|
Penyelenggaraan
Bangunan Gedung
|
|
3
|
Penyelenggaraan
Bangunan Gedung Negara dan Gedung Hijau
|
|
4
|
Penataan
Bangunan dan Lingkungan
|
|
5
|
Penyelenggaraan
Kawasan Permukiman
|
|
203
|
Penata
Kadastral Ahli Pertama
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Dasar
Pertanahan
|
|
2
|
Dasar
Penyelenggaraan Penataan Ruang
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Pemetaan
|
|
2
|
Pengukuran
Bidang Tanah
|
|
3
|
Survei
Pertanahan
|
|
204
|
Penata Kehakiman
Ahli Pertama
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
|
Pengetahuan
Dasar Hukum dan Peran Fungsi Komisi Yudisial
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Pelaksanaan
Seleksi Calon Hakim Agung dan Calon Hakim Ad Hoc
|
|
2
|
Peningkatan
Kapasitas Hakim
|
|
3
|
Investigasi Pendalaman
Kasus terhadap Dugaan Pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim
(KEPPH)
|
|
4
|
Pemetaan
Dugaan Pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH)
|
|
|
|
5
|
Penelusuran
Rekam Jejak Hakim, Calon Hakim Agung dan Calon Hakim Ad Hoc
|
|
6
|
Analisis
Laporan Dugaan Pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH)
|
|
7
|
Penyelenggaraab
Persidangan Dugaan Pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim
|
|
205
|
Penata
Kelola Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman Ahli Pertama
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Kebijakan/Peraturan
Perundang-undangan terkait Infrastruktur Bangunan Gedung dan Kawasan
Permukiman
|
|
2
|
Teori -
teori pada bidang keilmuan yang terkait pengelolaan Infrastruktur Bangunan
Gedung dan Kawasan Permukiman
|
|
|
Kompetensi Khusus:
|
|
1
|
Perencanaan
Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman
|
|
2
|
Penyelenggaraan
Bangunan Gedung
|
|
3
|
Penyelenggaraan
Bangunan Gedung Negara dan Gedung Hijau
|
|
4
|
Penataan
Bangunan dan Lingkungan
|
|
5
|
Penyelenggaraan
Kawasan Permukiman
|
|
206
|
Penata
Kelola Hukum dan Perundang Undangan
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Pengantar
Ilmu Hukum
|
|
2
|
Konsensus
Kebangsaan
|
|
3
|
Pengantar
Filsafat Hukum
|
|
4
|
Teori Hukum
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Peraturan Perundang-Undangan
mengenai Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan
|
|
2
|
Data dan
bahan terkait penyusunan telaahan di Bidang Hukum dan Perundang-Undangan
|
|
3
|
Data dan
bahan terkait pemahaman secara verbal terkait penerapan tahapan Pembentukan
Peraturan Perundang-Undangan
|
|
4
|
Data dan
bahan terkait evaluasi di Bidang Hukum dan Perundang-Undangan
|
|
207
|
Penata
Kelola Jalan dan Jembatan Ahli Pertama
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Kebijakan/Peraturan
Perundang-undangan terkait Infrastruktur Jalan dan Jembatan
|
|
2
|
Teori -
teori pada bidang keilmuan yang terkait pengelolaan dan pembangunan
Infrastruktur Jalan dan Jembatan
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Perencanaan Teknis
Jalan, Jembatan dan Terowongan
|
|
2
|
Pelaksanaan
Konstruksi Jalan
|
|
3
|
Pelaksanaan
Konstruksi Jembatan dan Terowongan
|
|
4
|
Preservasi
Jalan, Jembatan dan Terowongan
|
|
5
|
Lingkungan
dan Keselamatan Jalan
|
|
6
|
Pengadaan Lahan
dan Dampak Sosial
|
|
7
|
Pendanaan
Jalan, Jembatan dan Terowongan
|
|
8
|
Pengoperasian
Lalu Lintas
|
|
9
|
Bahan Uji
Mutu
|
|
208
|
Penata
Kelola Kelautan dan Perikanan
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
|
Hukum dan
Dasar Kebijakan Perikanan Tangkap
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Jenis Ikan,
Biologi Perairan, Statistik Perikanan dan Daerah Penangkapan Ikan
|
|
2
|
Rancang
bangun kapal perikanan, alat penangkapan ikan dan Metode Penangkapan Ikan
|
|
3
|
Melaksanakan
tata kelola pengawakan kapal perikanan
|
|
4
|
Permesinan
kapal perikanan, alat bantu penangkapan ikan, dan tingkah laku ikan
|
|
5
|
Tambat
Labuh, radio komunikasi, pemanduan kapal perikanan
|
|
209
|
Penata
Kelola Layanan Kesehatan
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
UU No 20
tahun 2023 tentang ASN
|
|
2
|
UU Kesehatan no 17 tahun 2023
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Pedoman K3
|
|
2
|
Prinsip
Komunikasi
|
|
3
|
Pedoman
Promosi Kesehatan
|
|
4
|
Konsep
Pelayanan Prima dalam layanan kesehatan
|
|
210
|
Penata Kelola
Obat dan Makanan
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Sistem
informasi dan teknologi
|
|
2
|
Manajemen
mutu
|
|
3
|
Peraturan
obat dan makanan
|
|
4
|
Komunikasi
risiko terkait obat dan makanan
|
|
5
|
Visi Misi
BPOM/Budaya Kerja BPOM
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Pengawasan
dan penindakan kejahatan di bidang obat dan makanan
|
|
2
|
Pemeriksaan
sarana produksi tingkat dasar
|
|
3
|
Pemeriksaan
sarana distribusi tingkat dasar
|
|
4
|
Pengambilan
contoh
|
|
5
|
Pengawasan
penandaan obat dan makanan
|
|
6
|
Analisa/evaluasi
permohonan surat keterangan impor/ekspor/API-PI/IPB2 obat dan makanan atau
analisa hasil pengawasan narkotik, psikotropik dan prekursor
|
|
7
|
Pemeriksaan penerapan
farmakovigilans di industri farmasi atau pihak lain yang ditunjuk oleh
industri farmasi untuk melaksanakan farmakovigilan tingkat dasar
|
|
8
|
Pengawasan
periklanan dan promosi setelah beredar
|
|
9
|
Penilaian obat
tradisional, suplemen kesehatan dan obat kuasi tingkat dasar
|
|
10
|
Verifikasi
produk kosmetik tingkat dasar
|
|
11
|
Penilaian
terhadap berkas permohonan pendaftaran pangan olahan tingkat dasar
|
|
|
|
12
|
Pengujian
kimia obat dan makanan
|
|
13
|
Pengujian
biologi obat dan makanan
|
|
14
|
Riset dan
kajian di bidang obat dan makanan tingkat dasar
|
|
15
|
Rancangan
materi penyuluhan/produk komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE)
|
|
16
|
Kegiatan penyuluhan/produk
komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) tingkat dasar
|
|
17
|
Pengumpulan
data dalam rangka penyusunan perencanaan pengawasan obat dan makanan
|
|
18
|
Penyusunan
rancangan petunjuk pelaksanaan (juklak)/petunjuk teknis (juknis)
|
|
211
|
Penata
Kelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
|
Kebijakan
terkait kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Kebijakan
terkait kesetaraan gender, pemberdayaan dan perlindungan perempuan
|
|
2
|
Kebijakan
terkait perlindungan khusus anak dan pemenuhan hak anak
|
|
3
|
Kebijakan
terkait standar layanan perlindungan perempuan dan anak
|
|
212
|
Penata
Kelola Pemerintahan
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Pancasila dan
Undang-Undang Dasar 1945
|
|
2
|
Analis
kebijakan pemerintah terhadap perekonomian negara
|
|
3
|
Perencanaan
negara guna memperkuat ketahanan ekonomi, sosial dan budaya
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Undang-Undang
Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta turunannya
|
|
2
|
Undang-Undang
Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan
|
|
3
|
Perencanaan
negara guna memperkuat ketahanan ekonomi, sosial dan budaya
|
|
4
|
Undang-Undang
Nomor 42 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014
tentang Manjelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan
Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
|
|
213
|
Penata
Kelola Pemilihan Umum Ahli Pertama
|
1
|
Sejarah
Pemilu di Indonesia
|
|
2
|
Sistem
Pemilu dan Pilkada
|
|
3
|
Praktik
Pemilu di Indonesia
|
|
4
|
Struktur
Organisasi
|
|
5
|
Kewenangan
|
|
6
|
Etik
|
|
7
|
Policy maker
dan implementator
|
|
8
|
Kewajiban KPU
(komisioner)
|
|
9
|
Tugas dan
Fungsi Kesekretariatan
|
|
10
|
Perencanaan
keuangan dan anggaran
|
|
11
|
Tahapan
pelaksanaan anggaran
|
|
12
|
Pencalonan
|
|
13
|
Data pemilih
|
|
14
|
Pemungutan
dan penghitungan suara
|
|
15
|
Dasar hukum
pemilu
|
|
16
|
Undang-Undang
Pemilu
|
|
17
|
Peraturan
KPU
|
|
18
|
Azas-azas
Pemilu
|
|
19
|
Prinsip
penyelenggaraan Pemilu
|
|
20
|
Kode Etik
|
|
214
|
Penata
Kelola Penanaman Modal Ahli Pertama
|
1
|
Undang-Undang
Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal
|
|
2
|
Undang-Undang
Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
|
|
3
|
Undang-Undang
Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha
Tidak Sehat
|
|
4
|
Undang-Undang
Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan
|
|
5
|
Undang-Undang
Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan
|
|
6
|
Undang-Undang
Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
|
|
7
|
Undang-Undang
Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Perintah Pengganti
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang
|
|
8
|
Peraturan
Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS
|
|
9
|
Peraturan
Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK
|
|
10
|
Peraturan
Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha
Berbasis Risiko
|
|
11
|
Peraturan Pemerintah
Nomor 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksana Undang-Undang Nomor 28 Tahun
2002 tentang Bangunan Gedung
|
|
12
|
Peraturan
Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang
|
|
13
|
Peraturan Pemerintah
Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup
|
|
14
|
Peraturan
Presiden RI Nomor 10 Tahun 2021 dan Nomor 49 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha
Penanaman Modal
|
|
15
|
Peraturan
BPS Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
|
|
16
|
Peraturan
Menteri PANRB Nomor 51 Tahun 2022 tentang Jabatan Fungsional Penata Kelola
Penanaman Modal
|
|
17
|
Peraturan BKPM
Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pedoman Tata Naskah Dinas Badan Koordinasi
Penanaman Modal
|
|
18
|
Peraturan
BKPM Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pedoman dan Tata Cara Pelayanan Perizinan
Berusaha Berbasis Risiko dna Fasilitas Penanaman Modal
|
|
19
|
Peraturan
BKPM Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pedoman dan Tata Cara Pengawasan Perizinan
Berusaha Berbasis Risiko
|
|
215
|
Penata
Kelola Pengadaan Tanah
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
|
Pengertian
dan Pengaturan Umum Pengadaan Tanah
|
|
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Perencanaan Pengadaan
Tanah
|
|
2
|
Persiapan
Pengadaan Tanah
|
|
3
|
Pelaksanaan
Pengadaan Tanah
|
|
4
|
Penyerahan
Hasil Pengadaan Tanah
|
|
5
|
Pengadaan
Tanah Skala Kecil
|
|
6
|
Pengadaan
Tanah Untuk Proyek Strategis Nasional
|
|
7
|
Sumber Dana
Pengadaan Tanah dan Insentif Perpajakan
|
|
216
|
Penata
Kelola Pengawasan Pemilihan Umum Ahli Pertama
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Teori
Pemilihan Umum
|
|
2
|
Sistem-sistem
Pemilihan Umum
|
|
3
|
Peran dan
Fungsi Bawaslu, KPU, dan DKPP
|
|
4
|
Perkembangan
Kelembagaan Pengawasan Pemilihan Umum
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Pencegahan
pelanggaran pemilu dan sengketa pemilu
|
|
2
|
Penyusunan pedoman
penyusunan Indeks Kerawanan Pemilu
|
|
3
|
Pengawasan
Pemilu
|
|
4
|
Pengawasan
partisipatif
|
|
5
|
Pelaporan
dan registrasi dugaan pelanggaran Pemilu
|
|
6
|
Persidangan
pelanggaran Pemilu
|
|
7
|
Permohonan
sengketa proses Pemilu
|
|
8
|
Pelaksanaan penyelesaian
sengketa proses Pemilu
|
|
9
|
Tindak
lanjut dan pemantauan putusan
|
|
217
|
Penata
Kelola Penyehatan Lingkungan Ahli Pertama
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Kebijakan/Peraturan
Perundang-undangan terkait Infrastruktur Penyehatan Lingkungan
|
|
2
|
Teori -
teori pada bidang keilmuan yang terkait pengelolaan dan pembangunan
Infrastruktur penyehatan lingkungan
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Penyelenggaraan
Sistem Penyediaan Air Minum
|
|
2
|
Penyelenggaraan
Prasarana dan Sarana Persampahan
|
|
3
|
Pengelolaan
Air Limbah Domestik
|
|
4
|
Pengelolaan
Drainase Lingkungan
|
|
218
|
Penata
Kelola Pertambangan
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
UU Nomor 3
Tahun 2020 & UU Nomor 4 Tahun 2009
|
|
2
|
PP Nomor 96
Tahun 2021
|
|
3
|
PP Nomor 25
Tahun 2023
|
|
4
|
Permen ESDM
Nomor 7 Tahun 2020
|
|
5
|
Kepmen ESDM
No. 77.K-MB.01-MEM.B-2022
|
|
6
|
Kepmen ESDM
Nomor 1827 K 30 MEM 2018
|
|
7
|
PERATURAN MENTERI
PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 36 TAHUN 2017
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Prinsip
Dasar Geologi
|
|
2
|
Mineralogi
dan Petrologi
|
|
3
|
Teknik
Eksplorasi Geologi
|
|
4
|
Potensi Sumberdaya
Geologi Indonesia
|
|
5
|
Estimasi
Sumber Daya dan Cadangan
|
|
6
|
Pengeboran
|
|
7
|
Pengeboran
kering (tanpa fluida) dan dengan fluida
|
|
8
|
Alat Gali,
Muat dan Angkut
|
|
9
|
Pengolahan
Bahan Galian
|
|
10
|
Mesin diesel
dan Otto
|
|
11
|
Kelistrikan
|
|
12
|
Generator
|
|
13
|
Motor
listrik
|
|
14
|
Metode dan
sistem tambang terbuka
|
|
15
|
Metode dan
sistem tambang bawah tanah
|
|
16
|
Geoteknik
Tambang Terbuka
|
|
17
|
Geoteknik
Tambang Bawah Tanah
|
|
18
|
Hidrologi
|
|
19
|
Hidrogeologi
|
|
20
|
Survei
|
|
21
|
Perencanaan
tambang
|
|
22
|
Produksi
tambang
|
|
23
|
Teknologi
proses metalurgi
|
|
24
|
Analisis
proses metalurgi
|
|
25
|
Perlindungan
dan pengelolaan lingkungan hidup berdasarkan UU No 32 Th 2009 dan PP No. 22
Tahun 2021
|
|
26
|
Pengelolaan
dan pemantauan kualitas air dan air limbah berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001
|
|
27
|
Pengelolaan
dan pemantauan limbah B3 kegiatan pertambangan berdasarkan PP No 101 Tahun
2014 dan PP No. 74 Tahun 2001
|
|
28
|
Audit
Lingkungan Hidup berdasarkan PermenLH No. 3 tahun 2013
|
|
29
|
Pemantauan
kualitas udara kegiatan pertambangan berdasarkan PermenLH No. 4 Tahun 2014
dan PP No 41 Tahun 1999
|
|
30
|
Pengelolaan
sampah dan limbah padat kegiatan pertambangan berdasarkan UU No 18 Tahun 2008
|
|
|
|
31
|
Izin
Lingkungan berdasarkan PermenLHK No 4 Tahun 2021
|
|
32
|
Permen ESDM
No 1827 Tentang Pertambangan yang baik
|
|
33
|
Job Safty
Analysis (JSA)
|
|
34
|
Sistem
manajemen Keselamatan Pertambanggan (SMKP)
|
|
219
|
Penata
Kelola Perumahan Ahli Pertama
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Penyusunan
Kebijakan, Strategi, dan Program
|
|
2
|
Pemantauan
Evaluasi
|
|
3
|
Pengelolaan
Data dan Informasi
|
|
4
|
Penganggaran
|
|
5
|
Penyusunan Norma,
Standar, Prosedur, dan Kriteria
|
|
6
|
Penyelenggaraan
Pembinaan Teknis
|
|
7
|
Manajemen
Risiko
|
|
8
|
Penyusunan
Laporan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksanaan
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Penyelenggaraan
dan Stimulan Rumah Umum dan Komersial
|
|
2
|
Bantuan
Pembangunan dan Pengelolaan Rumah Susun
|
|
3
|
Bantuan
Pembangunan Rumah Swadaya
|
|
4
|
Penyediaan
Rumah Khusus
|
|
220
|
Penata
Kelola Sistem dan Teknologi Informasi
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Kebijakan dan
Standar TI
|
|
2
|
Manajemen
Risiko TI
|
|
3
|
Kepatuhan
dan Regulasi TI
|
|
4
|
Keamanan
Siber
|
|
5
|
Manajemen
Proyek TI
|
|
6
|
Manajemen
Layanan TI
|
|
7
|
Outsourcing
dan Vendor Management
|
|
8
|
Manajemen
Perubahan TI
|
|
9
|
Cloud
Computing
|
|
|
Kemampuan Khusus:
|
|
1
|
Manajemen
Aset TI
|
|
2
|
Strategi dan
Perencanaan TI
|
|
3
|
Arsitektur
Enterprise
|
|
4
|
Manajemen
Data dan Informasi
|
|
5
|
Audit TI dan
Pengendalian Internal
|
|
6
|
Manajemen
Sumber Daya TI
|
|
7
|
Pengembangan
dan Implementasi Sistem
|
|
8
|
Pengelolaan
Kinerja TI
|
|
9
|
Tata Kelola
Privasi Data
|
|
10
|
Business
Intelligence dan Analitik Data
|
|
11
|
Manajemen
Infrastruktur TI
|
|
12
|
Inovasi dan
Transformasi Digital
|
|
13
|
Kesinambungan
Bisnis dan Pemulihan Bencana TI
|
|
14
|
Etika dan
Tanggung Jawab Sosial dalam TI
|
|
15
|
Manajemen
Portofolio TI
|
|
16
|
Integrasi
Sistem dan Interoperabilitas
|
|
17
|
Manajemen
Sistem Informasi Kesehatan
|
|
18
|
Pengembangan
Agile dan Metodologi Scrum
|
|
19
|
Kecerdasan
Buatan dan Pembelajaran Mesin dan Bisnis
|
|
221
|
Penata
Kelola Usaha Ketenagalistrikan
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Pengetahuan mengenai
regulasi usaha penyediaan tenaga listrik dan usaha penunjang
ketenagalistrikan
|
|
2
|
Pedoman dan
prosedur kerja terkait dengan bidang usaha penyediaan tenaga listrik dan
usaha penunjang ketenagalistrikan
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Pengetahuan
terkait penyiapan usaha penyediaan tenaga listrik
|
|
2
|
Pengetahuan
terkait fasilitasi hubungan komersial usaha ketenagalistrikan
|
|
3
|
Pengetahuan
terkait mutu layanan penyediaan ketenagalistrikan
|
|
4
|
Pengetahuan terkait
perlindungan konsumen dan usaha ketenagalistrikan
|
|
5
|
Pengetahuan
terkait usaha jasa penunjang ketenagalistrikan
|
|
222
|
Penata
Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Pertama
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Kebijakan
Pengendalian Penduduk
|
|
2
|
Konsep Dasar
Keluarga
|
|
3
|
Kebijakan
Pembangunan Keluarga
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Penyusunan
Kebijakan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga
|
|
2
|
Advokasi
Kebijakan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga
|
|
3
|
Analisis
Demografi
|
|
4
|
Penyusunan
Program Kesehatan Reproduksi
|
|
5
|
Pembangunan
Keluarga
|
|
6
|
Analisis Data
dan Informasi Kependudukanm Pembangunan Keluarga dan Keluarga Berencana
|
|
223
|
Penata
Keprotokolan
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Kedudukan, tugas,
fungsi, dan wewenang Lembaga Negara dalam layanan keprotokolan dalam
peraturan perundang-undangan
|
|
2
|
Pengetahuan
dan pemahaman dasar mengenai konsep keprotokolan berdasarkan peraturan
perundang- undangan
|
|
|
|
3
|
Pemahaman
dasar mengenai konsep pengamanan yang berkaitan dengan
administrasi/protokoler berdasarkan peraturan perundang-undangan
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Pelayanan
keprotokolan terkait tata tempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan
di bidang keprotokolan
|
|
2
|
Pelayanan keprotokolan
terkait tata upacara sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang
keprotokolan
|
|
3
|
Pelayanan
keprotokolan terkait tata penghormatan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan di bidang keprotokolan
|
|
4
|
Pelayanan
keprotokolan terkait tata cara Protokol Internasional sesuai dengan peraturan
perundang- undangan di bidang keprotokolan
|
|
5
|
Protokol
Kepresidenan dan Pejabat Negara/Presiden/Pemerintah lainnya
|
|
224
|
Penata
Keselamatan dan Keamanan Pelayaran
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Matematika
terapan
|
|
2
|
Fisika
terapan
|
|
3
|
Informasi
dan Teknologi
|
|
4
|
Kesehatan
dan Keselamatan Kerja
|
|
5
|
Bahasa
inggris maritim & SMCP
|
|
6
|
Kepemimpinan
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Prosedur
darurat
|
|
2
|
Marine
Pollution
|
|
3
|
Peraturan Pencegahan
tubrukan dilaut dan Dinas Jaga
|
|
4
|
Konstruksi
dan stabilitas kapal
|
|
5
|
Penanganan
dan pengaturan muatan
|
|
6
|
Hukum
maritim
|
|
7
|
Global
Maritime Distress Safety System
|
|
225
|
Penata
Keselamatan Pelayaran
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Matematika
terapan
|
|
2
|
Fisika
terapan
|
|
3
|
Informasi
dan Teknologi
|
|
4
|
Kesehatan
dan Keselamatan Kerja
|
|
5
|
Bahasa
inggris maritim & SMCP
|
|
6
|
Kepemimpinan
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Prosedur
darurat
|
|
2
|
Marine
Pollution
|
|
3
|
Peraturan Pencegahan
tubrukan dilaut dan Dinas Jaga
|
|
4
|
Konstruksi
dan stabilitas kapal
|
|
5
|
Penanganan
dan pengaturan muatan
|
|
6
|
Hukum
maritim
|
|
7
|
Global
Maritime Distress Safety System
|
|
226
|
Penata
Laksana Agraria dan Tata Ruang
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Dasar
Pertanahan
|
|
2
|
Dasar
Penyelenggaraan Penataan Ruang
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Konsolidasi
Tanah
|
|
2
|
Penanganan Perkara,
Sengketa, dan Konflik Pertanahan
|
|
3
|
Pengadaan
Tanah
|
|
4
|
Penilaian
Tanah
|
|
5
|
Pemberdayaan
Tanah Masyarakat
|
|
6
|
Penatagunaan
Tanah
|
|
7
|
Reforma
Agraria
|
|
227
|
Penata
Laksana Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman Pemula
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Kebijakan/Peraturan
Perundang-undangan terkait Infrastruktur Bangunan Gedung dan Kawasan
Permukiman
|
|
2
|
Teori -
teori pada bidang keilmuan yang terkait pengelolaan Infrastruktur Bangunan
Gedung dan Kawasan Permukiman
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Perencanaan
Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman
|
|
2
|
Penyelenggaraan
Bangunan Gedung
|
|
3
|
Penyelenggaraan
Bangunan Gedung Negara dan Gedung Hijau
|
|
4
|
Penataan
Bangunan dan Lingkungan
|
|
5
|
Penyelenggaraan
Kawasan Permukiman
|
|
228
|
Penata
Laksana Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman Terampil
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Kebijakan/Peraturan
Perundang-undangan terkait Infrastruktur Bangunan Gedung dan Kawasan
Permukiman
|
|
2
|
Teori -
teori pada bidang keilmuan yang terkait pengelolaan Infrastruktur Bangunan
Gedung dan Kawasan Permukiman
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Perencanaan
Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman
|
|
2
|
Penyelenggaraan
Bangunan Gedung
|
|
3
|
Penyelenggaraan
Bangunan Gedung Negara dan Gedung Hijau
|
|
4
|
Penataan
Bangunan dan Lingkungan
|
|
5
|
Penyelenggaraan
Kawasan Permukiman
|
|
229
|
Penata
Laksana Barang Terampil
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Kebijakan
Jabatan Fungsional
|
|
2
|
Konsep dasar
pengelolaan BMN
|
|
3
|
Konsep dasar
keuangan negara
|
|
4
|
Konsep dasar
akuntansi pemerintahan
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Kebijakan
perencanaan kebutuhan Barang Milik Negara
|
|
2
|
Kebijakan
penggunaan Barang Milik Negara
|
|
3
|
Kebijakan pemanfaatan
Barang Milik Negara
|
|
4
|
Kebijakan
pemindahtanganan Barang Milik Negara
|
|
5
|
Kebijakan
penatausahaan Barang Milik Negara
|
|
6
|
Kebijakan
pengamanan (termasuk asuransi) dan pemeliharaan BMN
|
|
7
|
Kebijakan pemusnahan
BMN dan penghapusan
|
|
8
|
Kebijakan
pengawasan dan pengendalian kebutuhan Barang Milik Negara
|
|
230
|
Penata
Laksana Jalan dan Jembatan Pemula
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Kebijakan/Peraturan
Perundang-undangan terkait Infrastruktur Jalan dan Jembatan
|
|
2
|
Teori -
teori pada bidang keilmuan yang terkait pengelolaan dan pembangunan
Infrastruktur Jalan dan Jembatan
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Perencanaan
Teknis Jalan, Jembatan dan Terowongan
|
|
2
|
Pelaksanaan
Konstruksi Jalan
|
|
3
|
Pelaksanaan Konstruksi
Jembatan dan Terowongan
|
|
4
|
Preservasi
Jalan, Jembatan dan Terowongan
|
|
5
|
Lingkungan
dan Keselamatan Jalan
|
|
6
|
Pengadaan
Lahan dan Dampak Sosial
|
|
7
|
Pendanaan
Jalan, Jembatan dan Terowongan
|
|
8
|
Pengoperasian
Lalu Lintas
|
|
9
|
Bahan Uji
Mutu
|
|
231
|
Penata
Laksana Jalan dan Jembatan Terampil
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Kebijakan/Peraturan
Perundang-undangan terkait Infrastruktur Jalan dan Jembatan
|
|
2
|
Teori -
teori pada bidang keilmuan yang terkait pengelolaan dan pembangunan
Infrastruktur Jalan dan Jembatan
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Perencanaan
Teknis Jalan, Jembatan dan Terowongan
|
|
2
|
Pelaksanaan
Konstruksi Jalan
|
|
3
|
Pelaksanaan Konstruksi
Jembatan dan Terowongan
|
|
4
|
Preservasi
Jalan, Jembatan dan Terowongan
|
|
5
|
Lingkungan
dan Keselamatan Jalan
|
|
6
|
Pengadaan
Lahan dan Dampak Sosial
|
|
7
|
Pendanaan
Jalan, Jembatan dan Terowongan
|
|
8
|
Pengoperasian
Lalu Lintas
|
|
9
|
Bahan Uji
Mutu
|
|
232
|
Penata
Laksana Penyehatan Lingkungan Pemula
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Kebijakan/Peraturan
Perundang-undangan terkait Infrastruktur Penyehatan Lingkungan
|
|
2
|
Teori -
teori pada bidang keilmuan yang terkait pengelolaan dan pembangunan
Infrastruktur penyehatan lingkungan
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Penyelenggaraan
Sistem Penyediaan Air Minum
|
|
2
|
Penyelenggaraan
Prasarana dan Sarana Persampahan
|
|
3
|
Pengelolaan
Air Limbah Domestik
|
|
4
|
Pengelolaan
Drainase Lingkungan
|
|
233
|
Penata
Laksana Penyehatan Lingkungan Terampil
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Kebijakan/Peraturan
Perundang-undangan terkait Infrastruktur Penyehatan Lingkungan
|
|
2
|
Teori -
teori pada bidang keilmuan yang terkait pengelolaan dan pembangunan
Infrastruktur penyehatan lingkungan
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Penyelenggaraan
Sistem Penyediaan Air Minum
|
|
2
|
Penyelenggaraan
Prasarana dan Sarana Persampahan
|
|
3
|
Pengelolaan
Air Limbah Domestik
|
|
4
|
Pengelolaan
Drainase Lingkungan
|
|
234
|
Penata
Laksana Sumber Daya Air Pemula
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Kebijakan/Peraturan
Perundang-undangan terkait pengelolaan sumber daya air
|
|
2
|
Teori-teori
pada bidang keilmuan yang terkait pengelolaan dan pembangunan infrastruktur
sumber daya air
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Pengelolaan
Sumber Daya Air
|
|
2
|
Pengelolaan
Sungai
|
|
3
|
Pengelolaan
Daerah Pantai
|
|
4
|
Pengelolaan
Drainase Utama Perkotaan
|
|
5
|
Pengelolaan
Daerah Irigasi
|
|
6
|
Pengelolaan
Daerah Rawa
|
|
7
|
Pengelolaan
Daerah Air Tanah & Air Baku
|
|
8
|
Pengelolaan
Bendungan
|
|
9
|
Pengelolaan Tampungan
Air Lainnya (Danau, Situ, Embung)
|
|
235
|
Penata
Laksana Sumber Daya Air
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
|
Terampil
|
1
|
Kebijakan/Peraturan
Perundang-undangan terkait pengelolaan sumber daya air
|
|
2
|
Teori-teori
pada bidang keilmuan yang terkait pengelolaan dan pembangunan infrastruktur
sumber daya air
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Pengelolaan
Sumber Daya Air
|
|
2
|
Pengelolaan
Sungai
|
|
3
|
Pengelolaan
Daerah Pantai
|
|
4
|
Pengelolaan
Drainase Utama Perkotaan
|
|
5
|
Pengelolaan
Daerah Irigasi
|
|
6
|
Pengelolaan Daerah
Rawa
|
|
7
|
Pengelolaan
Daerah Air Tanah & Air Baku
|
|
8
|
Pengelolaan
Bendungan
|
|
9
|
Pengelolaan
Tampungan Air Lainnya (Danau, Situ, Embung)
|
|
236
|
Penata
Pameran
|
1
|
Peraturan Menteri
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 36 Tahun 2023 tentang
Penyelenggaraan Register Nasional Cagar Budaya
|
|
2
|
Undang-Undang
Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan
|
|
3
|
Undang
Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya
|
|
4
|
Peraturan
Pemerintah Nomor 66 Tahun 2015 tentang Museum
|
|
5
|
Peraturan
Pemerintah Nomor 1 Tahun 2022 tentang Register Nasional dan Pelestarian Cagar
Budaya
|
|
6
|
Peraturan Menteri
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 24
Tahun 2022 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun
2015 tentang Museum
|
|
237
|
Penata
Penanggulangan Bencana Ahli Pertama
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Konsep Dasar
Penanggulangan Bencana
|
|
2
|
Perencanaan
Penanggulangan Bencana
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Pengkajian
Risiko Bencana
|
|
2
|
Kesiapsiagaan
logistik dan peralatan bencana
|
|
3
|
Pelaksanaan
kesiapsiagaan masyarakat
|
|
4
|
Fasilitasi kebutuhan
korban dan pengungsi
|
|
5
|
Mitigasi
bencana
|
|
6
|
Pusdalops
|
|
7
|
Peringatan
dini bencana
|
|
8
|
Pengkajian secara
cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan, kerugian, dan sumber daya
|
|
9
|
Rencana
operasi penanganan darurat
|
|
10
|
Pengendalian
operasi/komando penanganan
|
|
11
|
Pemenuhan
kebutuhan dasar
|
|
12
|
Pemulihan dengan
segera prasarana dan sarana vital
|
|
13
|
Konsep dasar
distribusi logistik dan peralatan
|
|
14
|
Tahapan
pelaksanaan pemantauan dan evaluasi dalam rangka kegiatan logistik dan
peralatan
|
|
15
|
Pemulihan dan
peningkatan fisik pasca bencana
|
|
16
|
Tahapan
penyusunan rencana pemulihan fungsi pemerintahan, fungsi pelayanan publik,
keamanan dan ketertiban
|
|
17
|
Asistensi perencanaan
pelaksanaan pemulihan sosial, ekonomi, dan sumber daya alam
|
|
238
|
Penata
Penerbitan Ilmiah Ahli Pertama
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Konsep dan
strategi pemerolehan naskah atau materi audiovisual
|
|
2
|
Rencana
kerja dan kegiatan promosi dan desiminasi terbitan ilmiah
|
|
3
|
Etika
publikasi dalam proses verifikasi pemerolehan naskah atau materi audiovisual
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Penerimaan
naskah atau materi audiovisual
|
|
2
|
Penelaahan dan
penilaian naskah atau materi audiovisual
|
|
3
|
Penyuntingan
|
|
4
|
Desain
|
|
5
|
Produksi
|
|
239
|
Penata
Perizinan Ahli Pertama
|
1
|
UU 23 Tahun
2023, Perpres 97 Tahun 2014, PP 5 Tahun 2021, PP 6 Tahun 2021, Permendagri
138
Tahun 2017
|
|
2
|
Regulasi Teknis
yang berkaitan dengan penyelenggaraan perizinan berusaha dan nonperizinan
|
|
240
|
Penata
Perlindungan Saksi dan Korban Ahli Pertama
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Tugas dan
Fungsi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban
|
|
2
|
Definisi
Perlindungan
|
|
3
|
Definisi
Subyek Perlindungan
|
|
4
|
Syarat
Permohonan Perlindungan
|
|
5
|
Tata Cara
Pengajuan Permohonan
|
|
6
|
Jangka Waktu
Permohonan Perlindungan
|
|
7
|
Persiapan Layanan
Permohonan Perlindungan
|
|
8
|
Jenis Tindak
Pidana Dalam Pemberian Perlindungan
|
|
9
|
Hak Saksi
dan Korban
|
|
10
|
Jenis
Layanan Perlindungan
|
|
11
|
Jangka Waktu
Pemberian Perlindungan
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Investigasi
|
|
2
|
Asesmen
|
|
3
|
Penelahaan
Dokumen Permohonan Perlindungan
|
|
4
|
Telaah
Materiil Permohonan
|
|
|
|
5
|
Risalah
Permohonan
|
|
6
|
Keputusan
Pemberian Perlindungan
|
|
7
|
Teknis
Perlindungan Fisik
|
|
8
|
Teknis Pemberian
Bantuan Medis dan Rehabilitasi Psikologis
|
|
9
|
Teknis
Pemenuhan Hak Prosedural
|
|
10
|
Teknis
Pemberian Rehabilitasi Psikososial
|
|
11
|
Teknis
Pemenuhan Hak Saksi Pelaku
|
|
12
|
Teknis
Pemenuhan Hak atas Pembiayaan
|
|
13
|
Teknis Perpanjangan
atau Pemberhentian Perlindungan
|
|
14
|
Teknis
Pemberian Perlindungan Hukum
|
|
15
|
Teknis
Pemberian Hak atas Informasi
|
|
241
|
Penata
Pertanahan Ahli Pertama
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Dasar
Pertanahan
|
|
2
|
Dasar Penyelenggaraan
Penataan Ruang
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Konsolidasi
Tanah
|
|
2
|
Penanganan
Perkara, Sengketa, dan Konflik Pertanahan
|
|
3
|
Pengadaan
Tanah
|
|
4
|
Penilaian
Tanah
|
|
5
|
Pemberdayaan
Tanah Masyarakat
|
|
6
|
Penatagunaan
Tanah
|
|
7
|
Reforma Agraria
|
|
242
|
Penata Ruang
Ahli Pertama
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Dasar
Pertanahan
|
|
2
|
Dasar
Penyelenggaraan Penataan Ruang
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Kesesuaian
Kegiatan Pemanfaatan Ruang
|
|
2
|
Pengawasan
Penataan Ruang
|
|
3
|
Peninjauan Kembali
Rencana Tata Ruang
|
|
4
|
Penyusunan
Rencana Tata Ruang
|
|
5
|
Sinkronisasi
Program Pemanfaatan Ruang
|
|
6
|
Pengendalian,
Pemanfaatan dan Sengketa Penataan Ruang
|
|
243
|
Penata
Sarana dan Prasarana Kelautan dan Perikanan
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Pedoman
tentang pembudidayaan ikan
|
|
2
|
Mengetahui
pengetahaun umum di bidang Kelautan dan Perikanang kelautan dan perikanan
|
|
3
|
Hukum dan
Dasar Kebijakan Perikanan Tangkap
|
|
4
|
Peraturan terkait
sektor Kelautan dan Perikanan
|
|
5
|
Pengetahuan
dasar mengenai alat-alat pengolah data
|
|
6
|
Peraturan
Kelautan dan Perikanan
|
|
7
|
Sistem
manajemen keamanan pangan
|
|
8
|
Sistem
manajemen mutu pengujian
|
|
9
|
Strategi Kebijakan
Ekonomi Biru Bidang Kelautan dan Perikanan
|
|
10
|
Dasar-dasar/falsafah
penyuluhan perikanan
|
|
11
|
Inovasi
Difusi dan Adopsi
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Pengelolaan sarana
dan prasarana serta pengelolaan kawasan perikanan budidaya
|
|
2
|
Pengelolaan
Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan
|
|
3
|
Penataan
Pemasukan Benih Calon Induk dan Induk
|
|
4
|
Pengelolaan
Bahan Baku Pakan Ikan dan Pakan Ikan
|
|
5
|
Pengelolaan
logistik hasil kelautan dan perikanan
|
|
6
|
Peningkatan
Kewirausahaan Pengolahan Hasil Kelautan dan Perikanan
|
|
7
|
Peningkatan
Akses Pasar Dalam Negeri
|
|
8
|
Penerapan
standar mutu dan keamanan hasil kelautan dan perikanan
|
|
9
|
Uji terap
teknik produk kelautan dan perikanan
|
|
10
|
Pengenalan
Jenis Ikan
|
|
11
|
Identifikasi
jenis - jenis kapal penangkapan ikan
|
|
12
|
Identifikasi
awak kapal perikanan
|
|
13
|
Identifikasi
jenis mesin dan alat penangkapan ikan
|
|
14
|
Identifikasi
sarana dan prasarana pelabuhan perikanan
|
|
15
|
Mampu
melakukan penataan sarana dan
prasarana di bidang Kelautan dan Perikanan
|
|
16
|
Pengetahuan
dasar mengenai Kelautan Pesisir dan Pulau Pulau Kecil
|
|
17
|
Pengawasan Pengelolaan
Sumber Daya Perikanan
|
|
18
|
Pengelolaan
sistem pemantauan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan
|
|
19
|
Pengoperasian
armada pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan
|
|
20
|
Sistem
manajemen keamanan pangan
|
|
21
|
Sistem manajemen
mutu pengujian
|
|
22
|
Ketertelusuran
dan penarikan produk pangan
|
|
23
|
Akses
teknologi dan informasi sektor kelautan dan perikanan
|
|
24
|
Kemitraan
Usaha dan Pembiayaan/permodalan sektor kelautan dan perikanan
|
|
25
|
Pengolahan Data,
Produktivitas dan Skala usaha Pelaku Utama dan/atau Pelaku Usaha Perikanan
|
|
244
|
Penelaah
Akreditasi Lembaga Penilaian Kesesuaian
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Penyusunan
kebijakan bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian
|
|
2
|
Pembinaan
Penerapan Kebijakan Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Pemenuhan
Persyaratan Badan Akreditasi
|
|
|
|
2
|
Pengembangan
Sistem Akreditasi Lembaga Penilaian Kesesuaian
|
|
3
|
Penilaian Pemenuhan
Akreditasi Lembaga Penilaian Kesesuaian
|
|
245
|
Penelaah
Ketertelusuran Standar Pengukuran
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Penyusunan
Kebijakan Bidang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian
|
|
2
|
Pembinaan Penerapan
Kebijakan Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Penyediaan
dan Pengembangan Standar Pengukuran atau Bahan Acuan
|
|
2
|
Pemeliharaan
Standar Pengukuran atau Bahan Acuan
|
|
3
|
Pelaksanaan
Diseminasi Standar Pengukuran atau Bahan Acuan
|
|
4
|
Pemenuhan
pengakuan nasional atau internasional standar pengukuran atau bahan acuan
|
|
246
|
Penelaah
Pengembangan Standar
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Penyusunan Kebijakan
Bidang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian
|
|
2
|
Pembinaan
Penerapan Kebijakan Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Pengembangan
Standar Nasional Indonesia
|
|
2
|
Pengembangan
Standar Internasional
|
|
3
|
Pengelolaan
Komite Teknis Perumusan SNI
|
|
247
|
Peneliti
Ahli Muda
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Butir-butir
Kode Etik Peneliti; Tiga Pilar Etika.
|
|
2
|
Pengenalan Jurnal
Ilmiah dan e-journal; Prosedur dan praktek submit naskah; Praktek penggunaan
aplikasi manajemen referensi
|
|
3
|
Konsep Dasar
Kekayaan Intelektual (KI) dan Sistem Perlindungan KI; Kekayaan Intelektual,
Inovasi, dan Kegiatan Litbang; Aspek-aspek terkait KI.
|
|
4
|
Manajemen
Penelitian; Implementasi Manajemen Penelitian
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Filosofi dan
paradigma kegiatan penelitian; Pendekatan dan metode penelitian (penelitian
kuantitatif, kualitatif, dan mixed method); Invention, Inovation, Discovery
(menuju ke Novelty); Implementasi pendekatan dan metode penelitian.
|
|
2
|
Konsep
proposal penelitian; Kriteria dan formulasi proposal penelitian; Strategi dan
teknik penulisan proposal penelitian; Berpikir kritis; Teknik perumusan
masalah/pertanyaan penelitian; Metodologi penelitian; Pengelolaan penelitian
|
|
3
|
Data dan
sumber data; Penelusuran informasi ilmiah; Metode pengumpulan data; Instrumen
penelitian
|
|
4
|
Konsep dasar
pengolahan data; Metode pengolahan dan analisis data; Penyajian dan
interpretasi hasil penelitian; Penarikan kesimpulan.
|
|
5
|
Konsep
penulisan ilmiah; Substansi, jenis, dan bentuk penerbitan untuk tulisan
ilmiah; Etika publikasi ilmiah; Strategi publikasi di jurnal ilmiah.
|
|
248
|
Peneliti
Ahli Pertama
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Butir-butir
Kode Etik Peneliti; Tiga Pilar Etika.
|
|
2
|
Pengenalan Jurnal
Ilmiah dan e-journal; Prosedur dan praktek submit naskah; Praktek penggunaan
aplikasi manajemen referensi
|
|
3
|
Konsep Dasar
Kekayaan Intelektual (KI) dan Sistem Perlindungan KI; Kekayaan Intelektual,
Inovasi, dan Kegiatan Litbang; Aspek-aspek terkait KI.
|
|
4
|
Manajemen
Penelitian; Implementasi Manajemen Penelitian
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Filosofi dan
paradigma kegiatan penelitian; Pendekatan dan metode penelitian (penelitian
kuantitatif, kualitatif, dan mixed method); Invention, Inovation, Discovery
(menuju ke Novelty); Implementasi pendekatan dan metode penelitian.
|
|
2
|
Konsep
proposal penelitian; Kriteria dan formulasi proposal penelitian; Strategi dan
teknik penulisan
proposal penelitian; Berpikir kritis; Teknik perumusan masalah/pertanyaan
penelitian; Metodologi penelitian; Pengelolaan penelitian
|
|
3
|
Data dan
sumber data; Penelusuran informasi ilmiah; Metode pengumpulan data; Instrumen
penelitian
|
|
4
|
Konsep dasar
pengolahan data; Metode pengolahan dan analisis data; Penyajian dan
interpretasi hasil penelitian; Penarikan kesimpulan.
|
|
5
|
Konsep penulisan
ilmiah; Substansi, jenis, dan bentuk penerbitan untuk tulisan ilmiah; Etika
publikasi ilmiah; Strategi publikasi di jurnal ilmiah.
|
|
249
|
Penera Ahli
Pertama
|
1
|
Pelaksanaan Tera
Alat Ukur, Alat Takar, Alat Timbang, dan Alat Perlengkapan Tingkat Kesulitan
III dan IV
|
|
2
|
Pelaksanaan
Tera Ulang Alat Ukur, Alat Takar, Alat Timbang, dan Alat Perlengkapan Tingkat
Kesulitan III dan IV
|
|
3
|
Penanganan
dan pengelolaan instalasi uji
|
|
250
|
Penera
Terampil
|
1
|
Aturan dan
prosedur pelaksanaan Tera Alat Ukur, Alat Takar, Alat Timbang, dan Alat
Perlengkapan Tingkat Kesulitan I dan II
|
|
2
|
Aturan dan
prosedur pelaksanaan Tera Ulang Alat Ukur, Alat Takar, Alat Timbang, dan Alat
Perlengkapan Tingkat Kesulitan I dan II
|
|
3
|
Pengetahuan
dasar terkait pengelolaan instalasi uji
|
|
251
|
Penerjemah
Ahli Pertama - Penerjemah Bahasa Arab
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
|
Teori
Penerjemahan
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Merespons kaidah
Bahasa Indonesia
|
|
2
|
Membaca teks
Bahasa Indonesia
|
|
3
|
Struktur
Bahasa Arab dan ungkapan tulis Bahasa Arab
|
|
4
|
Pemahaman
membaca teks Bahasa Arab
|
|
252
|
Penerjemah Ahli Pertama -
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
|
Penerjemah
Bahasa Belanda
|
|
Teori
Penerjemahan
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Merespons
kaidah Bahasa Indonesia
|
|
2
|
Membaca teks
Bahasa Indonesia
|
|
3
|
Struktur tata
Bahasa Belanda dan ungkapan tulis Bahasa Belanda
|
|
4
|
Pemahaman
membaca teks Bahasa Belanda
|
|
253
|
Penerjemah
Ahli Pertama - Penerjemah Bahasa Inggris
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
|
Teori
Penerjemahan
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Merespons kaidah
Bahasa Indonesia
|
|
2
|
Membaca teks
Bahasa Indonesia
|
|
3
|
Struktur
Bahasa Inggris dan ungkapan tulis Bahasa Inggris
|
|
4
|
Pemahaman
membaca teks Bahasa Inggris
|
|
254
|
Penerjemah
Ahli Pertama - Penerjemah Bahasa Jepang
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
|
Teori Penerjemahan
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Merespons
kaidah Bahasa Indonesia
|
|
2
|
Membaca teks
Bahasa Indonesia
|
|
3
|
Struktur
Bahasa Jepang dan ungkapan tulis Bahasa Jepang
|
|
4
|
Pemahaman
membaca teks Bahasan Jepang
|
|
255
|
Penerjemah
Ahli Pertama - Penerjemah Bahasa Korea
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
|
Teori
Penerjemahan
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Merespons
kaidah Bahasa Indonesia
|
|
2
|
Membaca teks
Bahasa Indonesia
|
|
3
|
Struktur Bahasa
Korea dan ungkapan tulis Bahasa Korea
|
|
4
|
Pemahaman
membaca teks Bahasa Korea
|
|
256
|
Penerjemah
Ahli Pertama - Penerjemah Bahasa Mandarin
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
|
Teori
Penerjemahan
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Merespons kaidah
Bahasa Indonesia
|
|
2
|
Membaca teks
Bahasa Indonesia
|
|
3
|
Struktur
Bahasa Mandarin dan ungkapan tulis Bahasa Mandarin
|
|
4
|
Pemahaman
membaca teks Bahasa Mandarin
|
|
257
|
Penerjemah
Ahli Pertama - Penerjemah Bahasa Prancis
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
|
Teori
Penerjemahan
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Merespons
kaidah Bahasa Indonesia
|
|
2
|
Membaca teks
Bahasa Indonesia
|
|
3
|
Struktur
Bahasa Prancis dan ungkapan tulis Bahasa Prancis
|
|
4
|
Pemahaman
membaca teks Bahasa Prancis
|
|
258
|
Pengamat
Gunung Api Pemula
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Tugas fungsi
Pengamat Gunung Api
|
|
2
|
Peran
Pengamat Gunung Api
|
|
3
|
Organisasi
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
|
|
4
|
Regulasi
terkait mitigasi bencana geologi
|
|
5
|
Kejadian letusan
besar gunung api di Indonesia
|
|
6
|
Lokasi-lokasi
gunung api di Indonesia
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Pembentukan
gunung api
|
|
2
|
Istilah
Kegunungapian
|
|
3
|
Dampak
gunung api
|
|
4
|
Kawasan
rawan bencana gunung api
|
|
5
|
Produk
gunung api
|
|
6
|
Klasifikasi
gunung api
|
|
7
|
Komponen
dasar elektronika
|
|
8
|
Rangkaian
listrik
|
|
9
|
Sensor dan
Transducer
|
|
10
|
Gelombang
|
|
11
|
Mekanika
(Gaya)
|
|
12
|
Geometri
|
|
13
|
Trigonometri
|
|
14
|
Statistika
|
|
15
|
Jaringan
komputer
|
|
16
|
Sistem bilangan
komputer
|
|
17
|
Peralatan
pemantauan gunung api
|
|
18
|
Pengetahuan
tentang pemantauan visual dan instrumental
|
|
19
|
Tingkat
aktivitas gunung api
|
|
20
|
Diseminasi
informasi gunung api
|
|
21
|
Lingkungan kerja
Pengamat Gunung Api
|
|
259
|
Pengamat
Gunung Api Terampil
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Tugas fungsi
Pengamat Gunung Api
|
|
2
|
Peran
Pengamat Gunung Api
|
|
3
|
Organisasi
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
|
|
4
|
Regulasi terkait
mitigasi bencana geologi
|
|
|
|
5
|
Kejadian
letusan besar gunung api di Indonesia
|
|
6
|
Lokasi-lokasi
gunung api di Indonesia
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Pembentukan
gunung api
|
|
2
|
Istilah
Kegunungapian
|
|
3
|
Dampak
gunung api
|
|
4
|
Kawasan rawan
bencana gunung api
|
|
5
|
Produk
gunung api
|
|
6
|
Klasifikasi
gunung api
|
|
7
|
Komponen
dasar elektronika
|
|
8
|
Rangkaian
listrik
|
|
9
|
Sensor dan
Transducer
|
|
10
|
Alat Ukur
dan Pengukuran
|
|
11
|
Gelombang
|
|
12
|
Thermodinamika
|
|
13
|
Pengukuran dalam
ilmu fisika
|
|
14
|
Aplikasi
dalam ilmu fisika
|
|
15
|
Elektromagnetika
|
|
16
|
Geometri
|
|
17
|
Trigonometri
|
|
18
|
Statistika
|
|
19
|
Diferensial,
integral dan limit
|
|
20
|
Jaringan
komputer
|
|
21
|
Dasar-dasar
pemrograman
|
|
22
|
Elektronika
digital
|
|
23
|
Dasar
Mikrocontroler dan Mikroprocessor
|
|
24
|
Peralatan
pemantauan gunung api
|
|
25
|
Pengetahuan
tentang pemantauan visual dan instrumental
|
|
26
|
Tingkat
aktivitas gunung api
|
|
27
|
Diseminasi
informasi gunung api
|
|
260
|
Pengamat
Meteorologi dan Geofisika Ahli Pertama
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Pengenalan
ilmu meteorologi dasar
|
|
2
|
Pengolahan
data meteorologi
|
|
3
|
Prediksi
cuaca
|
|
4
|
Pengertian
ilmu klimatologi-kualitas udara dasar
|
|
5
|
Prakiraan
iklim ekstrim
|
|
6
|
Pengenalan ilmu
geofisika dasar
|
|
7
|
Sedimentologi
dan stratigrafi
|
|
8
|
Peralatan
teknologi MKG
|
|
9
|
Kalibrasi
peralatan teknologi MKG
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Model
prakiraan meteorologi
|
|
2
|
Peralatan
operasional meteorologi
|
|
3
|
Analisis meteorologi
kompleks
|
|
4
|
Pengolahan
data klimatologi tingkat lanjutan
|
|
5
|
Analisis
klimatologi kompleks
|
|
6
|
Iklim
ekstrim
|
|
7
|
Teknis
operasional geofisika
|
|
8
|
Pengolahan
data geofisika
|
|
9
|
Analisis
geofisika kompleks
|
|
10
|
Pengoperasian
peralatan teknologi canggih/modern
|
|
11
|
Pengujian
peralatan teknologi MKG
|
|
12
|
Kalibrasi
peralatan teknologi canggih/modern
|
|
261
|
Pengamat
Tera Pemula
|
1
|
Ketentuan
dan metode pengambilan data alat ukur, alat takar, alat timbang dan alat
perlengkapan, barang dalam keadaan terbungkus dan satuan ukuran
|
|
2
|
Penyiapan
bahan pemeriksaan alat ukur, alat takar, alat timbang dan alat perlengkapan, barang
dalam keadaan terbungkus dan satuan ukuran, perlabelan barang dalam keadaan
terbungkus dan pemeriksaan tanda tera serta satuan ukuran pada pengumuman
atau pemberitahuan yang menyatakan ukuran, takaran, berat pada tempat
penjualan barang
|
|
3
|
Penyiapan
bahan penyuluhan bidang metrologi legal
|
|
262
|
Pengamat
Tera Terampil
|
1
|
Pengumpulan
dan penyajian data terkait alat ukur, alat takar, alat timbang dan alat
perlengkapan, barang dalam keadaan terbungkus dan satuan ukuran
|
|
2
|
Pemeriksaan
dan pengecekan unjuk kerja alat ukur, alat takar, alat timbang dan alat
perlengkapan tingkat kesulitan I, pemeriksaan pelabelan dan pengujian barang
dalam keadaan terbungkus yang dinyatakan dalam berat secara umum, dan jumlah
hitungan, serta pemeriksaan satuan ukuran pada pengumuman
|
|
3
|
Penyuluhan
bidang metrologi legal
|
|
263
|
Pengantar
Kerja Ahli Pertama
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Undang-Undang
Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
|
|
2
|
Penempatan Tenaga
Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja
|
|
3
|
Pengendalian
Penggunaan Tenaga Kerja Asing
|
|
4
|
Pembinaan
Kelembagaan dan Sumber Daya Penempatan
|
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Undang-Undang
Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara
|
|
2
|
Peraturan
Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil
|
|
|
|
3
|
Peraturan
Presiden Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2020 tentang Kementerian
Ketenagakerjaan
|
|
4
|
Peraturan
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Ketenagakerjaan
|
|
5
|
Peraturan
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2024 tentang
Perubahan Atas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 1 Tahun 2022 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana teknis di Kementerian
Ketenagakerjaan
|
|
6
|
Peraturan Menteri
Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2023 tentang Peta Proses
Bisnis Kementerian Ketenagakerjaan
|
|
264
|
Pengawas
Alat dan Mesin Pertanian Ahli Pertama
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
UU Nomor 20
Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian, UU Nomor 22 Tahun
2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan dan Peraturan Pemerintah
Nomor 81 Tahun 2001 tentang Alat dan Mesin Budidaya Tanaman, PP Nomor 41
Tahun 2012, Peraturan Presiden Nomor 12
Tahun 2021
|
|
2
|
Peraturan
Menteri Pertanian Nomor 65 Tahun 2006, Peraturan Menteri Pertanian Nomor 5
Tahun 2007, Peraturan Menteri Pertanian Nomor 25 Tahun 2008, Peraturan
Menteri Pertanian Nomor 75 Tahun 2011, Peraturan Menteri Pertanian Nomor 51
Tahun 2012, Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2016
|
|
3
|
SNI tentang
Alat dan Mesin Pertanian dan ISO tentang Sistem Manajemen Mutu
|
|
4
|
Analisa
ekonomi alat dan mesin pertanian
|
|
5
|
Ilmu dasar
mekanisasi pertanian, alat ukur/instrumentasi, keselamatan dan kesehatan
kerja, perkembangan mekanisasi pertanian saat ini
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Tahapan
budidaya dan alat dan mesin pra panen (pengolahan tanah, penanaman,
perlindungan tanaman) dan pengawasan pengadaan, penggunaan dan peredaran
alsintan
|
|
2
|
Tahapan
panen, pascapanen dan pengolahan serta alat dan mesin komoditas tanaman
pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan
|
|
3
|
Persiapan pelaksanaan
pengujian, instrumen pengujian, prosedur dan tata cara pengujian, kinerja
alat dan mesin pertanian
|
|
4
|
Persiapan
pelaksanaan sertifikasi, prosedur dan tata cara sertifikasi, serta SDM
pelaksana proses sertifikasi alat dan mesin pertanian
|
|
265
|
Pengawas
Benih Tanaman Ahli Pertama
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Regulasi
bidang pertanian
|
|
2
|
Pengetahuan
budidaya tanaman (produksi benih, seleksi/detaseling)
|
|
3
|
Biologi umum
(pemuliaan tanaman, morfologi, fisiologi)
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Regulasi
perbenihan nasional
|
|
2
|
Pengawasan
benih tanaman (sertifikasi, pengawasan peredaran, pengujian mutu benih dan
penilaian pelepasan varietas)
|
|
266
|
Pengawas
Benih Tanaman Pemula
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Regulasi
bidang pertanian
|
|
2
|
Pengetahuan
budidaya tanaman (produksi benih, seleksi/detaseling)
|
|
3
|
Biologi umum
(pemuliaan tanaman, morfologi, fisiologi)
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Regulasi perbenihan
nasional
|
|
2
|
Pengawasan
benih tanaman (sertifikasi, pengawasan peredaran, pengujian mutu benih dan
penilaian pelepasan varietas)
|
|
267
|
Pengawas
Benih Tanaman Terampil
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Regulasi
bidang pertanian
|
|
2
|
Pengetahuan budidaya
tanaman (produksi benih, seleksi/detaseling)
|
|
3
|
Biologi umum
(pemuliaan tanaman, morfologi, fisiologi)
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Regulasi
perbenihan nasional
|
|
2
|
Pengawasan benih
tanaman (sertifikasi, pengawasan peredaran, pengujian mutu benih dan
penilaian pelepasan varietas)
|
|
268
|
Pengawas
Bibit Ternak Ahli Pertama
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Pengetahuan
produksi benih dan bibit ternak (produksi benih, bibit, seleksi)
|
|
2
|
Manajemen
pemeliharaan ternak
|
|
3
|
Istilah
bidang peternakan
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
|
Ciri-ciri
karakteristik ternak
|
|
269
|
Pengawas
Bibit Ternak Terampil
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Pengetahuan produksi
benih dan bibit ternak (produksi benih, bibit, seleksi)
|
|
2
|
Manajemen
pemeliharaan ternak
|
|
3
|
Istilah
bidang peternakan
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
|
Ciri-ciri
karakteristik ternak
|
|
270
|
Pengawas
Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Tugas,
Fungsi, dan Peran Aparatur Sipil Negara
|
|
2
|
Hak dan
Kewajiban Aparatur Sipil negara
|
|
3
|
Peran
jabatan Pengawas EBTKE
|
|
4
|
Tugas dan
tanggung jawab Pengawas EBTKE
|
|
5
|
Organisasi
EBTKE
|
|
6
|
UU Nomor 30
Tahun 2007 tentang Energi
|
|
7
|
PP Nomor 79
Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional
|
|
|
|
8
|
Peraturan
Presiden Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN)
|
|
9
|
Perpres
Nomor 112 Tahun 2022
|
|
10
|
PP 33 Th
2023 tentang konservasi energi
|
|
11
|
Permen ESDM
no 14 th 2021
|
|
12
|
Permen ESDM
Nomor 12 tahun 2023
|
|
13
|
Permen ESDM
No 32 Th 2008 ttg Bahan Bakar Nabati dan Perubahannya
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Potensi Energi
Baru dan Terbarukan di Indonesia
|
|
2
|
Konversi
satuan dalam bidang EBTKE
|
|
3
|
Bioenergi:
Bahan Bakar Nabati
|
|
4
|
Bioenergi:
PLT Bio
|
|
5
|
Bioenergi: Biogas
|
|
6
|
Bioenergi:
Biomassa
|
|
7
|
Aneka EBT:
Energi Baru (Nuklir, Hidrogen, Coal Bed Methane, Liquified Coal, Gassified
Coal)
|
|
8
|
Aneka EBT:
Energi Surya
|
|
9
|
Aneka EBT:
Energi Angin
|
|
10
|
Aneka EBT:
Energi Gerakan dan Perubahan Suhu Air Laut
|
|
11
|
Aneka EBT:
Energi Aliran dan Terjunan Air
|
|
12
|
Konservasi
Energi: Manajemen Energi
|
|
13
|
Konservasi
Energi: SKEM dan Labeling
|
|
14
|
Konservasi
Energi: Program Konservasi Energi
|
|
15
|
Analisis
Ekonomi Energi
|
|
16
|
Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
|
|
17
|
Dampak
Lingkungan dan Sosial Pengembangan dan Penggunaan EBTKE
|
|
18
|
Target,
Komitmen, dan Mitigasi Emisi Gas Rumah Kaca
|
|
19
|
Aspek
Keteknisan (SNI, SKKNI, TKDN)
|
|
271
|
Pengawas
Farmasi dan Makanan Ahli Pertama
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Aplikasi-aplikasi
dan layanan call center yang ada di BPOM
|
|
2
|
Sistem kerja
dan proses bisnis di BPOM
|
|
3
|
Tata kerja
dan organisasi BPOM
|
|
4
|
Kejadian terkait
bahaya dan/atau risiko di bidang obat dan makanan
|
|
5
|
Gambaran
visi, misi dan budaya kerja POM
|
|
|
Komptensi
Khusus:
|
|
1
|
Kasus/kejadian
kejahatan obta dan makanan
|
|
2
|
Regulasi yang
berhubungan dengan bidang penindakan obat dan makanan
|
|
3
|
Regulasi
dalam pengawasan fasilitas produksi obat, produk biologi, narkotika,
psikotropika, dan prekursor
|
|
4
|
Prinsip-prinsip
cara pembuatan obat yang baik (CPOB)
|
|
5
|
Regulasi dalam
pengawasan fasilitas distribusi dan pelayanan kefarmasian (obat, produk
biologi, narkotika, psikotropika, dan prekursor)
|
|
6
|
Prinsip-prinsip
cara distribusi obat yang baik (CDOB)
|
|
7
|
Pengawasan
fasilitas pelayanan kefarmasian (obat, produk biologi, narkotika,
psikotropika, dan prekursor)
|
|
8
|
Regulasi
pengawasan mutu obat
|
|
9
|
Regulasi
pengawasan penandaan/label dan/atau iklan obat
|
|
10
|
Regulasi pengawasan
penandaan/label dan/atau iklan/promosi produk tembakau
|
|
11
|
Regulasi
pengawasan ekspor impor obat, narkotika, psikotropika dan prekursor
|
|
12
|
Regulasi
penerapan farmakovigilans
|
|
13
|
Regulasi
tentang persyaratan teknis bahan kosmetik (terutama bahan dilarang) dan
cemaran dalam kosmetik
|
|
14
|
Regulasi
pengawasan iklan dan/atau promosi kosmetika
|
|
15
|
Regulasi
pengawasan penandaan kosmetika
|
|
16
|
Regulasi dan
prinsip-prinsip CPOTB dalam pengawasan sarana produki obat bahan alam dan
suplemen kesehatan
|
|
17
|
Regulasi dan
prinsip-prinsip cara distribusi yang baik untuk obat bahan alam dalam
pengawasan sarana distribusi obat bahan alam dan suplemen kesehatan
|
|
18
|
Regulasi
pengawasan mutu dan keamanan obat bahan alam dan suplemen kesehatan
|
|
19
|
Regulasi dan
tata cara pengawasan iklan obat bahan alami dan suplemen kesehatan
|
|
20
|
Regulasi dan
tata cara pengawasan penandaan obat bahan alam dan suplemen kesehatan
|
|
21
|
Regulasi
pengawasan pemasukan dan pengeluaran obat bahan alam dan suplemen kesehatan
|
|
22
|
Sistem
farmakovigilan dan efek tidak diinginkan pada penggunaan obat bahan alam dan
suplemen kesehatan
|
|
23
|
Regulasi
terkait prinsip cara peredaran pangan olahan yang baik/sistem jaminan
keamanan dan mutu pangan olahan di sarana peredaran
|
|
24
|
Regulasi
terkait pengambilan contoh pangan dan tindak lanjut hasil pengujian pangan
|
|
25
|
Regulasi
terkait KLB keracunan pangan
|
|
26
|
Regulasi
pengawasan iklan dan/atau promosi pangan olahan
|
|
27
|
Regulasi
pengawasan penandaan dan/atau label pangan olahan
|
|
28
|
Regulasi
pengawasan pemasukan dan pengeluaran pangan
|
|
29
|
Registrasi
produk obat bahan alam, obat kuasi, suplemen kesehatan
|
|
30
|
Pengetahuan
dasar uji pra klinik/uji klinik obat bahan alam
|
|
31
|
Notifikasi
produk kosmetika
|
|
32
|
Penilaian
dokumen informasi produk
|
|
33
|
Pengetahuan tentang
registrasi pangan olahan
|
|
34
|
Pengetahuan
tentang label pangan olahan
|
|
|
|
35
|
Dasar-dasar
pengujian kimia, pengujiam kromatografi, spektrofotometri dan disolusi
|
|
36
|
Dasar-dasar pengujian
mikrobiologi, biologi molekuler, pengujian kualitatif/kuantitatif mikroba
spesifik
|
|
37
|
Pedoman
penyusunan metodologi riset, metodologi kualitatif, dan metodologi
kuantitatif
|
|
38
|
Rancangan
materi penyuluhan/produk komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE)
|
|
39
|
Kegiatan
penyuluhan/produk komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) tingkat dasar
|
|
40
|
Konsep
pengawasan obat dan makanan
|
|
41
|
Dasar hukum
penyusunan rancangan Peraturan Perundang-Undangan, penyusunan Peraturan Badan
POM, jenis dan hierarki Peraturan Perundang-Undangan
|
|
272
|
Pengawas
Industri
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Wawasan
tentang industri dan peranannya dalam perekonomian
|
|
2
|
Undang-Undang
Perindustrian
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Definisi dan
metode pengawasan dan pengendalian terhadap perusahaan industri atau
perusahaan kawasan industri
|
|
2
|
Substansi/bidang
pengawasan dan pengendalian terhadap perusahaan industri atau perusahaan
kawasan industri
|
|
3
|
Tingkat
risiko, pemberian sanksi dan rekomendasi atas hasil pengawasan dan
pengendalian dalam rangka pembinaan industri
|
|
273
|
Pengawas
Jaminan Produk Halal Ahli Pertama
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Undang-Undang
Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal
|
|
2
|
Undang-Undang
Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang
|
|
3
|
Peraturan
Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal
|
|
4
|
Peraturan
Menteri Agama Nomor 20 Tahun 2021 tentang Sertifikasi Halal Bagi Pelaku Usaha
Mikro dan Kecil
|
|
5
|
Peraturan
Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2022 tentang Pelatihan Sertifikasi dan
Kompetensi Auditor Halal dan Penyelia Halal
|
|
6
|
Peraturan Menteri
Agama Nomor 72 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Undang-Undang
Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal
|
|
2
|
Peraturan
Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal
|
|
3
|
Peraturan
Presiden Nomor 6 Tahun 2023 tentang Sertifikasi Halal Obat, Produk Biologi,
dan Alat Kesehatan
|
|
4
|
Peraturan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 12 Tahun 2023
tentang Jabatan Fungsional Pengawas Jaminan Produk Halal
|
|
5
|
Keputusan
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Nomor 57 Tahun 2021 tentang
Kriteria Sistem Jaminan Produk Halal
|
|
6
|
Keputusan
Menteri Agama Nomor 748 Tahun 2021 tentang Jenis Produk yang Wajib
Bersertifikat Halal
|
|
7
|
Keputusan
Menteri Agama Nomor 1360 Tahun 2021 tentang Bahan yang Dikecualikan dari
Kewajiban Bersertifikat Halal
|
|
274
|
Pengawas
Jaringan Utilitas
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
|
Pengetahuan
Dasar Terkait Pengelolaan Jaringan Utilitas, yang meliputi :
|
|
1
|
Pemasangan
Jaringan Utilitas di Jalan dan Jaringan Utilitas Terpadu
|
|
2
|
Jaringan
Distribusi Air Minum
|
|
3
|
Jaringan Distribusi
Tenaga Listrik
|
|
4
|
Jaringan
Distribusi Pipa Gas
|
|
5
|
Jaringan
Distribusi Telekomunikasi
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
|
Pelaksanaan
Teknis Pemasangan Jaringan Utilitas, yang meliputi:
|
|
1
|
Jaringan Utilitas
di Jalan dan Jaringan Utilitas Terpadu
|
|
2
|
Jaringan
Distribusi Air Minum
|
|
3
|
Jaringan
Distribusi Tenaga Listrik
|
|
4
|
Jaringan
Distribusi Pipa Gas
|
|
5
|
Jaringan
Distribusi Telekomunikasi
|
|
275
|
Pengawas
Kegiatan Kepelabuhanan
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Bahasa
Inggris Maritim
|
|
2
|
Teknologi
informatika
|
|
3
|
Ilmu Ekonomi
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Dasar-dasar
Kepelabuhanan
|
|
2
|
Dokumen
Kepelabuhanan dan Dokumen Pengangkutan
|
|
3
|
Peraturan nasional
dan konvensi internasional
|
|
4
|
Kepedulian
Lingkungan
|
|
5
|
K3
(Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
|
|
6
|
Sistem
Manajemen Keselamatan Kapal
|
|
7
|
Jasa dan
Fasilitas Pelabuhan
|
|
8
|
IMDG Code
|
|
9
|
ISPS Code
|
|
10
|
Manajeman
Angkutan Laut
|
|
11
|
Keagenan
|
|
12
|
Logistik dan
Supply Chain Management
|
|
13
|
Manajemen
Perawatan dan Perbaikan Kapal
|
|
14
|
Manajemen
Mutu
|
|
|
|
15
|
Manajemen
Perusahaan Pelayaran
|
|
276
|
Pengawas
Kemetrologian Ahli Pertama
|
1
|
Analisis kebutuhan
kegiatan pengawasan alat ukur, alat takar, alat timbang, dan alat
perlengkapan tingkat kesulitan I dan II serta barang dalam keadaan terbungkus
berat, jumlah hitungan, gas cair, panjang, dan luas serta satuan ukuran pada
produk periklanan komersial yang ditayangkan di media sosial
|
|
2
|
Administrasi
penyelidikan dan penyidikan terhadap dugaan tindak pidana
|
|
3
|
Penyuluhan dan
konsultasi kepada pelaku usaha tentang ketentuan metrologi legal
|
|
277
|
Pengawas
Keselamatan Pelayaran Terampil
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
|
Peraturan/ketentuan
nasional dan internasional tentang pelayaran
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Perencanaan pengawasan
keselamatan pelayaran
|
|
2
|
Kenavigasian
|
|
3
|
Pemeriksaan
kelaiklautan kapal
|
|
4
|
Manajemen
keselamatan kapal
|
|
5
|
Pemanduan
|
|
6
|
Penegakan
hukum di laut dan penyelamatan
|
|
7
|
Kesyahbandaran
|
|
8
|
Kelancaran lalu
lintas angkutan laut
|
|
278
|
Pengawas
Ketenagakerjaan Ahli Pertama
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Pembinaan
Norma Ketenagakerjaan
|
|
2
|
Pemeriksaan
Penerapan Norma Ketenagakerjaan
|
|
3
|
Pengujian
Penerapan Norma Ketenagakerjaan
|
|
4
|
Penyidikan Tindak
Pidana Ketenagakerjaan
|
|
5
|
Pengembangan
Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan
|
|
6
|
Menggunakan
sumber daya untuk dialokasikan dalam penyiapan bahan penyusunan kebijakan
pengembangan sistem pengawasan ketenagakerjaan sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan, mematuhi tenggat waktu, dan mengomunikasikan kendala yang
dihadapi kepada kolega atau atasan.
|
|
7
|
Undang-Undang
Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
|
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Undang-Undang
Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara
|
|
2
|
Peraturan
Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil
|
|
3
|
Peraturan
Presiden Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2020 tentang Kementerian
Ketenagakerjaan
|
|
4
|
Peraturan
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Ketenagakerjaan
|
|
5
|
Peraturan Menteri
Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 1 Tahun 2022 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Unit Pelaksana teknis di Kementerian Ketenagakerjaan
|
|
6
|
Peraturan
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2023 tentang Peta
Proses Bisnis Kementerian Ketenagakerjaan
|
|
279
|
Pengawas
Koperasi Ahli Pertama
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Kebijakan
pengawasan koperasi
|
|
2
|
Manajeman
perkoperasian
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Pemeriksaan
koperasi
|
|
2
|
Penilaian
kesehatan koperasi
|
|
3
|
Penyusunan
laporan hasil pemeriksaan
|
|
4
|
Pemantauan
tindak lanjut hasil pemeriksaan
|
|
280
|
Pengawas
Lingkungan Hidup Ahli Pertama
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Definisi yang
berkaitan dengan lingkungan hidup
|
|
2
|
Peraturan
perundangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup
|
|
3
|
Hak asasi
untuk lingkungan yang baik dijamin oleh negara
|
|
4
|
Persyaratan
perizinan berusaha
|
|
5
|
Sengketa
lingkungan
|
|
6
|
Pengawas
lingkungan hidup
|
|
7
|
Tugas dan
fungsi pengawas lingkungan hidup
|
|
8
|
Tahapan
kegiatan pengawasan lingkungan hidup
|
|
9
|
Hal-hal yang
berkaitan dengan penegakan hukum
|
|
10
|
Jenis-jenis
Penegakan Hukum
|
|
11
|
Dokumen lingkungan
yang berlaku di Indonesia
|
|
12
|
Nilai-nilai
dasar yang harus dimiliki oleh Pengawas Lingkungan Hidup
|
|
13
|
Kode etik
yang harus ditegakkan oleh Pengawas Lingkungan Hidup
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Dasar hukum
dan ketentuan yang digunakan sebagai acuan pengawasan aspek persetujuan
berusaha terkait persetujuan lingkungan
|
|
2
|
Dasar hukum
dan ketentuan yang menjadi acuan pengawasan dalam Perizinan Berusaha terkait
Persetujuan Lingkungan
|
|
3
|
Dasar hukum
dan ketentuan yang digunakan sebagai acuan pengawasan aspek pengendalian
pencemaran Air dan/atau Laut
|
|
4
|
Dasar hukum
dan ketentuan yang digunakan sebagai acuan pengawasan aspek pengendalian
pencemaran udara
|
|
5
|
Dasar hukum
dan ketentuan yang digunakan sebagai acuan pengawasan aspek pengelolaan B3
|
|
6
|
Dasar hukum
dan ketentuan yang digunakan sebagai acuan pengawasan aspek pengelolaan
Limbah B3
|
|
|
|
7
|
Dasar hukum
dan ketentuan yang digunakan sebagai acuan pengawasan aspek pengelolaan
Limbah Non B3
|
|
281
|
Pengawas
Mutu Hasil Pertanian Ahli Pertama
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Istilah di
bidang pengawasan dan pengujian mutu dan keamanan pangan, perkarantinaan,
peternakan, budidaya pertanian, kelembagaan
|
|
2
|
UU Pangan,
UU Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan, UU Perlindungan Konsumen, UU
Standarisasi, UU Halal, UU Karantina, UU Perkebunan, UU Hortikultura, UU
Peternakan, PP Label dan Iklan Pangan, PP Keamanan Mutu dan Gizi Pangan, PP
Indikasi Geografis, Permentan tentang Pengawasan Keamanan PSAT di Pemasukan,
Keamanan dan Mutu PSAT, Sistem Pertanian Organik, GAP, GHP, GMP, GRP,
Pelarangan Bahan Kimia pada Beras, Tindakan Karantina untuk Pemasukan PSAT
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Lembaga
Pengawas Pangan, Lembaga Pengujian, Lembaga Sertifikasi Produk/Profesi,
Lembaga
Akreditasi, Lembaga Standar Internasional, termasuk di dalamnya personil/SDM
yang menjalankan fungsi dan tugas terkait bidang keamanan dan mutu pangan
hasil pertanian
|
|
2
|
SNI Produk
Pangan Hasil Pertanian, SNI Sistem terkait Mutu dan Keamanan Pangan, Standar
Internasional terkait Mutu dan Keamanan pangan, Persyaratan Dasar Keamanan
Pangan (SSOP, GAP, GHP, GMP, GRP, GFP), Sistem Hazard Analysis Critical
Control Point (HACCP), Persyaratan Keamanan Pangan terhadap Pemasukan PSAT,
Persyaratan Keamanan PSAT/PSAH
|
|
3
|
Mekanisme
Pengawasan untuk Pemasukan PSAT, Pre Market, Post Market, Mekanisme Pengujian
Mutu Hasil Pertanian (Pengujian Cepat dan Pengujian dengan Instrumen),
Mekanisme Pengambilan Contoh, Mekanisme Pengawasan Pemasukan Agens Hayati
|
|
4
|
Cemaran
Biologi, Kimia, Fisika
|
|
282
|
Pengawas
Mutu Pakan Ahli Pertama
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Regulasi
Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan
|
|
2
|
Pengetahuan
Bidang Pakan Ternak
|
|
3
|
Regulasi
Bidang Pakan
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
|
Pengawasan Mutu
dan Keamanan Pakan (Produksi, Pendaftaran, Peredaran, Pengujian, Bahan Pakan,
Pakan Hijauan, Pakan Olahan)
|
|
283
|
Pengawas
Mutu Pakan Pemula
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Regulasi
Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan
|
|
2
|
Pengetahuan
Bidang Pakan Ternak
|
|
3
|
Regulasi
Bidang Pakan
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
|
Pengawasan
Mutu dan Keamanan Pakan (Produksi, Pendaftaran, Peredaran, Pengujian, Bahan
Pakan, Pakan Hijauan, Pakan Olahan)
|
|
284
|
Pengawas
Mutu Pakan Terampil
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Regulasi Bidang
Peternakan dan Kesehatan Hewan
|
|
2
|
Pengetahuan
Bidang Pakan Ternak
|
|
3
|
Regulasi
Bidang Pakan
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
|
Pengawasan Mutu
dan Keamanan Pakan (Produksi, Pendaftaran, Peredaran, Pengujian, Bahan Pakan,
Pakan Hijauan, Pakan Olahan)
|
|
285
|
Pengawas
Penanggulangan Pencemaran dan Musibah SAR
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Dasar
Pengetahuan tentang Bahasa Inggris Maritim
|
|
2
|
Dasar Pengetahuan
Teknologi Informatika
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Dasar
Pengetahuan tentang Pelayaran Datar
|
|
2
|
Dasar
Pengetahuan tentang Meteorologi
|
|
3
|
Dasar
Pengetahuan tentang Prosedur Darurat dan SAR
|
|
4
|
Dasar Pengetahuan
tentang Olah Gerak dan Pengendalian Kapal
|
|
5
|
Dasar
Pengetahuan tentang Kepedulian Lingkungan
|
|
6
|
Undang-undang
Pelayaran dan Pelaksanaanya
|
|
7
|
Kecakapan
Bahari
|
|
8
|
Dasar
Kepemimpinan dan Etos Kerja
|
|
9
|
Dasar Pengetahuan
tentang Perbengkelan
|
|
10
|
Dasar
Pengetahuan tentang Gambar dan Kapal Desain Permesinan
|
|
11
|
Pengenalan
Permesinan Kapal
|
|
12
|
Dasar
Pengetahuan tentang Listrik dan Elektronika
|
|
13
|
Dasar-dasar
Akuntansi
|
|
14
|
Dasar Dasar
Managemen Angkutan Laut
|
|
15
|
Dasar
Peraturan Perundang-undangan Kepelabuhanan dan Undang- undang Terkait
|
|
16
|
Dasar Bisnis
Keagenan Kapal
|
|
17
|
Dasar Bisnis
Sewa Menyewa Kapal
|
|
18
|
Dasar Ganti
Rugi dan Asuransi Angkutan Laut
|
|
286
|
Pengawas
Pendataan Statistik
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
|
Statistik
dasar
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Pengumpulan
data
|
|
2
|
Pengolahan
data
|
|
3
|
Evaluasi
kegiatan statistik
|
|
287
|
Pengawas
Penyelenggara Pemilu
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Undang-Undang
Nomor 7 Tahun 2017
|
|
2
|
Informasi
Kepemiluan Dasar
|
|
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Pelanggaran
dan Sengketa Pemilu
|
|
2
|
Pengawasan
Pemilu
|
|
3
|
Persidangan
terhadap Pelanggaran Pemilu
|
|
4
|
Pemantauan Putusan
Penanganan Pelanggaran Pemilu
|
|
5
|
Tindak
lanjut dan Pemantauan Putusan
|
|
288
|
Pengawas
Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah Ahli Pertama
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
|
PP 2 Tahun
2018, UU 23 Tahun 2014, PP 60 Tahun 2008, PP 12 Tahun 2017, UU 5 Tahun 2014,
Permendagri 15 Tahun 2019, Permendagri 23 Tahun 2020, Permendagri 61 Tahun
2019, Permenpan 10
Tahun 2019, Permendagri 18 Tahun 2020, UU 32 Tahun 2004, Permenpan 36 tahun
2020, PP 18 Tahun
2016, UU 25 Tahun 2009, PP 38 Tahun 2007
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Butir
kegiatan jenjang jabatan PPUPD
|
|
2
|
Tugas PPUPD
|
|
3
|
Urusan
pemerintahan
|
|
4
|
Pemerintahan
daerah
|
|
5
|
Standar
kompetensi jabatan PPUPD
|
|
6
|
Unsur SPIP
|
|
7
|
Manajemen
PNS
|
|
8
|
Fokus dan
Sasaran Kebijakan Pengawasan
|
|
9
|
Pelayanan
Dasar
|
|
10
|
Kompetensi
ASN
|
|
11
|
Angka kredit
PPUPD
|
|
12
|
Pembinaan
dan pengawasan
|
|
289
|
Pengawas
Perdagangan Ahli Pertama
|
1
|
Penyiapan bahan
perumusan, implementasi, monitoring dan evaluasi kebijakan
|
|
2
|
Penyelenggaraan
sistem informasi perdagangan yang terintegrasi dalam mendukung kebijakan dan
pengendalian perdagangan
|
|
3
|
Pemeriksaan
legalitas pelaku usaha dan barang, perizinan bidang perdagangan, serta data
lain yang diperlukan
|
|
4
|
Verifikasi
bahan dalam pelaksanaan kegiatan penataan jaringan distribusi dan logistik
pengelolaan sarana distribusi perdagangan
|
|
5
|
Analisis
kelayakan pelaku usaha, barang, jasa, dan kegiatan perdagangan
|
|
6
|
Identifikasi
dan penyiapan bahan dalam rangka pengumpulan bahan keterangan tindak pidana
pengawasan barang, jasa dan kegiatan perdagangan
|
|
290
|
Pengawas
Perikanan Ahli Pertama
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
|
Peraturan Kelautan
dan Perikanan
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Perencanaan
pengawasan perikanan
|
|
2
|
Pengawasan
pengelolaan sumber daya perikanan
|
|
3
|
Penanganan
pelanggaran bidan perikanan
|
|
291
|
Pengawas
Radiasi Ahli Pertama
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
|
UU No. 10
Tahun 1997
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Organisasi
BAPETEN (Peraturan BAPETEN No 9 Tahun 2020)
|
|
2
|
Peraturan, nilai,
tusi, dan tata Kelola ASN dan jabatan fungsional pengawas radiasi
|
|
3
|
Fisika
Nuklir
|
|
4
|
Proteksi
Radiasi (Peraturan BAPETEN No. 4 Tahun 2013)
|
|
5
|
Teknologi
Nuklir
|
|
6
|
Pengelolaan Limbah
Radioaktif (PP No 61 tahun 2013
|
|
292
|
Pengawas
Salvage dan Pekerjaan Bawah Air
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Dasar
Pengetahuan tentang Bahasa Inggris Maritim
|
|
2
|
Dasar
Pengetahuan Teknologi Informatika
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Dasar Pengetahuan
tentang Pelayaran Datar
|
|
2
|
Dasar
Pengetahuan tentang Meteorologi
|
|
3
|
Dasar
Pengetahuan tentang Prosedur Darurat dan SAR
|
|
4
|
Dasar
Pengetahuan tentang Olah Gerak dan Pengendalian Kapal
|
|
5
|
Dasar
Pengetahuan tentang Kepedulian Lingkungan
|
|
6
|
Undang-undang
Pelayaran dan Pelaksanaanya
|
|
7
|
Kecakapan
Bahari
|
|
8
|
Dasar
Kepemimpinan dan Etos Kerja
|
|
9
|
Dasar
Pengetahuan tentang Perbengkelan
|
|
10
|
Dasar Pengetahuan
tentang Gambar dan Kapal Desain Permesinan
|
|
11
|
Pengenalan
Permesinan Kapal
|
|
12
|
Dasar
Pengetahuan tentang Listrik dan Elektronika
|
|
13
|
Dasar-dasar
Akuntansi
|
|
14
|
Dasar Dasar
Managemen Angkutan Laut
|
|
15
|
Dasar Peraturan
Perundang-undangan Kepelabuhanan dan Undang- undang Terkait
|
|
16
|
Dasar Bisnis
Keagenan Kapal
|
|
17
|
Dasar Bisnis
Sewa Menyewa Kapal
|
|
18
|
Dasar Ganti
Rugi dan Asuransi Angkutan Laut
|
|
293
|
Pengawas
Transportasi Darat
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Undang-Undang
Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan
|
|
2
|
Undang-Undang
Nomor 2 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 38 Tahun
2004 tentang Jalan
|
|
|
|
3
|
Peraturan Pemerintah
Nomor 30 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Lalu lintas dan Angkutan
Jalan
|
|
4
|
PM
Perhubungan Nomor 83 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Angkutan Penumpang
Umum Pada Kawasan Strategis Nasional
|
|
5
|
PM
Perhubungan Nomor 24 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang
Angkutan Barang
|
|
6
|
PM PAN-RB
Nomor 11 Tahun 2024 tentang Jabatan Pelaksana Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Instansi Pemerintah
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Dasar-dasar pengaturan
lalu lintas
|
|
2
|
Prinsip
dasar keselamatan angkutan jalan
|
|
3
|
Operasional
terminal angkutan jalan
|
|
4
|
Operasional
angkutan jalan
|
|
5
|
Perencanaan
dan organisir kegiatan operasional transportasi
|
|
6
|
Mitigasi permasalahan
yang muncul dalam operasional Transportasi
|
|
7
|
Prinsip-prinsip
dasar Transportasi Darat
|
|
8
|
Transportasi
darat ramah lingkungan
|
|
9
|
Infrastruktur
transportasi darat
|
|
10
|
Pemeliharaan
rutin sarana dan prasarana transportasi darat
|
|
11
|
Teknologi
manajemen sarana dan prasarana transportasi darat
|
|
12
|
Potensi
risiko dalam operasional sarana dan prasarana transportasi darat
|
|
294
|
Pengawas
Transportasi Perkeretaapian
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Undang-Undang
Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian
|
|
2
|
Peraturan
Pemerintah 56 Tahun 2009 Tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian
|
|
3
|
Peraturan Pemerintah
Nomor 6 Tahun 2017 tentang Perubahan atas PP Nomor 56 Tahun 2009 tentang
Penyelenggaraan Perkeretaapian
|
|
4
|
Peraturan
Pemerintah Nomor 72 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api
|
|
5
|
Peraturan
Menteri Perhubungan Nomor PM. 60 tahun 2012 Persyaratan Teknis Jalur Kereta
Api
|
|
6
|
Peraturan
Menteri Perhubungan Nomor PM. 24 Tahun 2015 Tentang Standar Keselamatan
Perkeretaapian
|
|
7
|
Peraturan Menteri
Perhubungan Nomor PM. 69 Tahun 2018 Tentang Sistem Manajemen Keselamatan
Perkeretaapian
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Operasional
sarana dan prasarana Transportasi Perkeretaapian
|
|
2
|
Pengawasan
penyelenggaraan sarana, prasarana, lalu lintas, angkutan dan keselamatan
perkeretaapian
|
|
3
|
Pengaturan
perjalanan kereta api
|
|
4
|
Awak sarana
perkeretaapian
|
|
5
|
Perawatan, pemasangan,
perbaikan, dan pengecekan serta pemeliharaan sarana, prasarana, lalu lintas,
angkutan dan keselamatan perkeretaapian
|
|
6
|
Pengujian
Sumber Daya Manusia Perkeretaapian
|
|
7
|
Pemeriksaan
kecelakaan perkeretaapian
|
|
295
|
Pengelola
Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
|
Peraturan
Kelautan dan Perikanan
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Perencanaan
Tata Ruang laut dan Zonasi Kawasan
|
|
2
|
Pemanfaatan Ruang
Perairan dan Sumber Daya di Wilayah Pesisir dan Pulau Kecil
|
|
3
|
Pengendalian
Pemanfaatan Ruang Laut
|
|
4
|
Perencanaan
dan Pengelolaan Kawasan Konservasi
|
|
5
|
Valuasi Ekonomi
Sumber daya Wilayah Laut, Pesisir dan Pulau Kecil
|
|
296
|
Pengelola
Keprotokolan
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Kedudukan,
tugas, fungsi, dan wewenang Lembaga Negara dalam layanan keprotokolan dalam
peraturan perundang-undangan
|
|
2
|
Pengetahuan
dan pemahaman dasar mengenai konsep keprotokolan berdasarkan peraturan
perundang- undangan
|
|
3
|
Pemahaman
dasar mengenai konsep pengamanan yang berkaitan dengan administrasi/protokoler
berdasarkan peraturan perundang-undangan
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Pelayanan
keprotokolan terkait tata tempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan
di bidang keprotokolan
|
|
2
|
Pelayanan
keprotokolan terkait tata upacara sesuai dengan peraturan perundang-undangan
di bidang keprotokolan
|
|
3
|
Pelayanan
keprotokolan terkait tata penghormatan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan di bidang keprotokolan
|
|
4
|
Pelayanan keprotokolan
terkait tata cara protokol internasional sesuai dengan peraturan perundang-
undangan di bidang keprotokolan
|
|
5
|
Protokol
Kepresidenan dan Pejabat Negara/Presiden/Pemerintah lainnya
|
|
297
|
Pengelola
Kesehatan Ikan Ahli Pertama
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
|
Kebijakan
bidang pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan perikanan budidaya
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Penyiapan
dan pelaksanaan Pengendalian Penyakit Ikan
|
|
2
|
Pengelolaan Laboratorium
Kesehatan Ikan dan Lingkungan Perikanan Budidaya
|
|
3
|
Pengendalian
Residu
|
|
4
|
Konsep
dasar, peraturan dan mekanisme, tata cara prosedur penataan obat ikan
Pengendalian Peredaran Obat Ikan
|
|
|
|
5
|
Konsep
dasar, metode, peraturan, tata cara prosedur rehabilitasi kawasan Lingkungan
Perikanan Budidaya
|
|
6
|
Konsep
dasar, metode, peraturan, tatacara prosedur Pemantauan Fungsi Kawasan
Budidaya
|
|
298
|
Pengelola
Keselamatan Ketenagalistrikan
|
|
Kompetensi
Umum:
|
|
1
|
Pengetahuan mengenai
regulasi bidang keselamatan ketenagalistrikan
|
|
2
|
Pedoman dan
prosedur kerja terkait dengan bidang keselamatan ketenagalistrikan
|
|
|
Kompetensi
Khusus:
|
|
1
|
Pengetahuan terkait
permohonan registrasi sertifikat laik operasi instalasi tenaga listrik
|
|
2
|
Pengetahuan
pelaksanaan uji kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan
|
|
3
|
SNI Wajib
Ketenagalistrikan
|
|
4
|
Sistem
Manajemen Keselamatan Ketenagalistrikan oleh badan usaha ketenagalistrikan
|
|
5
|
Sertifikasi
laik operasi instalasi tenaga listrik dan keselamatan ketenagalistrikan
|
|
6
|
NSPK
Keselamatan Ketenagalistrikan
|
|
7
|
Aplikasi
pelayanan Sertifikasi Laik Operasi
|
|
8
|
Sertifikasi instalasi
penyediaan dan pemanfaatan tenaga listrik tegangan tinggi dan tegangan
menengah
|
|
9
|
Sertifikasi
instalasi penyediaan dan pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah
|
|
10
|
Sistem
Manajemen Keselamatan Ketenagalistrikan dalam rangka penghargaan bidang
keselamatan ketenagalistrikan
|
|
299
|
Pengelola
Layanan Kelautan dan Perikanan
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
1
|
Pedoman
tentang pembudidayaan ikan
|
|
2
|
Pengetahuan
umum terkait bidang kelautan dan perikanan
|
|
3
|
Peraturan terkait
sektor Kelautan dan Perikanan terkait UU dan PP
|
|
4
|
Peraturan
Kelautan dan Perikanan
|
|
5
|
Hukum dan
Dasar Kebijakan Perikanan Tangkap
|
|
6
|
Sistem
manajemen keamanan pangan
|
|
7
|
Harmonisasi sistem
jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan
|
|
8
|
Pengenalan
bahan baku hasil perikanan
|
|
9
|
Strategi
Kebijakan Ekonomi Biru Bidang Kelautan dan Perikanan
|
|
10
|
Dasar-dasar/falsafah
penyuluhan perikanan
|
|
11
|
Inovasi
Difusi dan Adopsi
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Pengelolaan
sarana dan prasarana serta pengelolaan kawasan perikanan budidaya
|
|
2
|
Pengelolaan
Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan
|
|
3
|
Pengelolaan
Bahan Baku Pakan Ikan dan Pakan Ikan
|
|
4
|
Cara Penanganan
Ikan yang Baik
|
|
5
|
Pengelolaan
logistik hasil kelautan dan perikanan
|
|
6
|
Peningkatan
Kewirausahaan Pengolahan Hasil Kelautan dan Perikanan
|
|
7
|
Peningkatan
Akses Pasar Dalam Negeri
|
|
8
|
Penerapan standar
mutu dan keamanan hasil kelautan dan perikanan
|
|
9
|
Uji terap
teknik produk kelautan dan perikanan
|
|
10
|
Identifikasi
data kesesuaian dan kelayakan kawasan
|
|
11
|
Identifikasi
data kesesuaian perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan keaneka ragaman
hayati laut pada tingkat spesies dan genetik jenis ikan
|
|
12
|
Pengumpulan
dan Pengolahan Data dan Informasi Materi Teknis Kawasan
|
|
13
|
Kelompok
Sumberdaya Ikan
|
|
14
|
Identifikasi
komponen kapal perikanan
|
|
15
|
Identifikasi
Sertifikasi Awak Kapal Perikanan
|
|
16
|
Identifikasi
komponen mesin dan alat penangkapan ikan
|
|
17
|
Identifikasi
sarana dan prasarana pelabuhan perikanan
|
|
18
|
Sistem
manajemen keamanan pangan
|
|
19
|
Sistem
manajemen mutu pengujian
|
|
20
|
Pelaksanaan
jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan sektor tangkap
|
|
21
|
Ketertelusuran
dan penarikan produk pangan
|
|
22
|
Pengawasan
pengelolaan sumber daya perikanan
|
|
23
|
Pengelolaan sistem
pemantauan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan
|
|
24
|
Pengoperasian
armada pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan
|
|
25
|
Kelembagaan
Sektor Kelautan dan Perikanan
|
|
26
|
Akses
teknologi dan informasi sektor kelautan dan perikanan
|
|
27
|
Kemitraan
Usaha dan Pembiayaan/permodalan sektor kelautan dan perikanan
|
|
28
|
Pengolahan
Data, Produktivitas dan Skala usaha Pelaku Utama dan/atau Pelaku Usaha
Perikanan
|
|
300
|
Pengelola
Layanan Kesehatan
|
|
Kemampuan
Umum:
|
|
|
UU No 20
Tahun 2023 tentang ASN; Core Value ASN BerAkhlak; PP 11 Tahun 2017; PP 17
Tahun 2020
|
|
|
Kemampuan
Khusus:
|
|
1
|
Regulasi
terkait dengan upaya kesehatan, pelayanan kesehatan dan fasilitas kesehatan
|
|
2
|
Regulasi terkait
promosi kesehatan, standar kompetensi nakes
|
|
3
|
Jaminan
kesehatan nasional
|
|
4
|
Etika dan
hukum kesehatan
|
|
5
|
Regulasi
kesehatan dan keselamatan kerja
|
|
6
|
Regulasi
terkait perencanaan bidang kesehatan
|